Melihat pertumbuhan pengguna blackberry yang cukup tinggi di dunia maka RIM mengeluarkan cukup banyak jenis handset blackberry yang secara model berbeda cukup banyak. Salah satu yang populer di market adalah blackberry curve atau 83xx series. Saya sendiri menggunakan handset tersebut pada awal perkenalan saya dengan blackberry. Yang saat ini sedang booming adalah blackberry bold atau 9000 series karena selain fitur nya yang canggih juga sebulan terakhir ini harganya terus turun. Perlu diketahui, saya adalah pengguna handset blackberry dan saya bukan orang yang hobby menge-test handset-handset blackberry saya sedemikian rupa sampai kebatas maksimum, jadi yang saya bicarakan disini adalah penggunaan secara umum fitur-fitur handset blackberry yang digunakan oleh mayoritas orang.
Saya selama ini telah mencoba 3 handset blackberry, seperti yang saya sebutkan diatas blackberry 8310 sebagai handset pertama saya kemudian blackberry 9000 dan yang terakhir blackberry 8700. Ketiga handset tersebut memliki penampilan yang berbeda dan juga technologi yang berbeda, sebagai gambaran blackberry curve sendiri terdiri dari beberapa kelas handset yang masing-masing terbenam fitur-fitur yang berbeda pula. Seperti yang saya miliki blackberry 8310 memiliki fitur GPS didalamnya sedangkan 8320 memiliki WIFI, 8300 tidak memiliki GPS dan WIFI sedangkan 8330 memiliki GPS dan WIFI.
Untuk detail spec bisa dilihat di www.blackberry.com karena saya tidak akan membahas perbedaan bentuk dan spesifikasi tertulis, yang akan saya bahas berikut ini adalah secara penggunaan sehingga tulisan saya ini dapat menjadi masukan bagi orang yang sedang ingin mencoba atau membeli handset blackberry. Semua handset blackberry sampai saat ini menggunakan operating system blackberry yang dikembangkan oleh RIM. Pada kenyataan nya ketiga handset saya tersebut memiliki OS yang sama persis, tidak seperti nokia yang menggunakan kelas OS berbeda untuk setiap range handset mereka sedangkan blackberry menggunakan OS yang sama untuk semua handset mereka (tidak bisa menjawab untuk blackberry storm karena belum pernah pernah mencoba) jadi untuk pemakaian normal tidak ada beda kemampuan software ataupun setting. yang membedakan setiap handset adalah model, prosesor, memory, fitur seperti GPS WIFI dan CAMERA. Handset blackberry yang tercanggih adalah blackberry bold karena memiliki semua fitur yang dibutuhkan seperti prosesor canggih, memory besar, kamera, wifi dan juga gps. Blackberry Bold memiliki harga (berdasarkan harga beli saya bukan harga terbaru) 8jutaan dan merupakan blackberry termahal yang saya miliki. Berikutnya adalah blackberry curve yang harga pasarannya berkisar 4jutaan dan yang termurah adalah blackberry 8700.
Jika ditanya blackberry manakah yang terbaik? maka saya akan menjawab blackberry curve 8310. Blackberry curve cukup kecil dan ringan, meskipun memiliki gps saya sendiri tidak tertarik menggunakan gps karena memang bukan fitur yang berguna bagi saya. Tidak memiliki wifi tetapi tidak menjadi persoalan karena memang dengan akses internet 24 jam blackberry curve tidak memerlukan wifi. Lifetime batere pun sangat baik, berdasarkan pemakaian saya bisa bertahan selama 36 jam (heavy user). harga yang 4jutaaan, bahkan sekarang sudah dibawah 4juta adalah sangat menarik, nokia e71 masih lebih mahal dariapada curve, jadi blackberry curve adalah yang terbaik menurut saya.
Bagi pengguna budget minded blackberry 8700 tidak ada yang mengalahkan, hanya dengan 1.8 juta anda sudah mendapatkan handset blackberry yang tidak kalah canggih dengan model lain nya. Batery life lebih tahan daripada curve, berdasarkan pemakaian bisa bertahan 48 jam tetapi blackberry 8700 tidak memliki kamera, gps dan wifi tetapi seperti yang saya tekankan diatas bahwa fitur-fitur tersebut tidak berguna bagi saya. Untuk kemampuan dalam menjalankan blackberry service, SEMPURNA! oh ya selain fitur, 8700 menggunakan trackwheel sedangkan handset lain menggunakan trackball.
Bold adalah yang tercanggih, termahal, terberat, tercepat….. ya memang bold yang paling canggih tapi setelah menggunakan bold kurang lebih 6 bulan saya lebih sering menggunakan 8310 ataupun 8700 dirumah ataupun di mobil. Memang dikantor atau pada saat meeting saya tetap menggunakan bold karena terlihat lebih keren dan elegan. Secara fungsi, sama persis dengan saudara-saudara nya yang lain.
Pada akhirnya jika budget bukan masalah bold adalah pilihan yang tepat karena memiliki fitur yang terlengkap. tetapi jika tidak memerlukan fitur-fitur yang lengkap pilihan terbaik ada pada curve. Jika anda tidak memikirkan gengsi tapi fungsi, 8700 berfungsi dengan sempurna. Dasar pendapat saya adalah penggunaan normal handset seperti telpon, sms, email, web brosing, dan chatting. Karena semua menggunakan OS yang sama maka keandalan mereka dalam melakukan semua fitur yang saya sebutkan diatas adalah sama juga.
-rv-
Belakangan ini blackberry sedang ramai dibicarakan di indonesia terutama kalangan anak muda dan profesional muda yang memang hidup nya cukup banyak berhubungan dengan gadgets dan internet. Sebenarnya apa sih blackberry itu? Menurut apa yang saya dengar dan baca blackberry adalah sebuah service dari RIM (research in motion) yang bertujuan untuk mempermudah komunikasi bagi para pebisnis, yang pada awalnya komunikasi yang disupport oleh blackberry adalah instant email atau biasa disebut push email. Push email adalah technologi yang dikembangkan oleh RIM untuk mempercepat akses email seperti layaknya SMS dari handphone jadi email yang dikirim akan diterima secara instant apabila kita menggunakan blackberry service. Saat ini blackberry service juga sudah berkembang sehingga untuk sekarang ini blackberry sudah mendukung layanan IM (instant messaging) terbaru seperti Live Messenger, Yahoo Messenger, Google Talk, AIM, ICQ dan BBM (blackberry messenger). Nah karena mendukung layanan online 24 jam inilah menurut saya blackberry digemari oleh anak muda yang memang sudah terbiasa berhubungan secara online melalui akses internet.
Saya sendiri sudah hampir setahun menggunakan layanan blackberry, pada awalnya saya tertarik menggunakan blackberry service karena kebutuhan komunikasi dengan kantor. Dulu para karyawan saya menghubungi saya melalui telpon dan setelah saya hitung-hitung biaya hanya untuk menghubungi saya saja sudah cukup tinggi karena memang saya selalu mobile dan jarang ada ditempat, akhirnya saya mencoba menggunakan blackberry service dengan handset BB Curve. Ternyata setelah digunakan blackberry service ini secara nyata membantu saya dalam berkomunikasi karena akses internet 24 jam nya dan juga push email. Secara biaya pun cukup murah dibandingkan dengan akses internet di rumah ataupun kantor apalagi telpon. Layanan blackberry saat ini di indonesia disediakan oleh 3 provider Indosat, XL dan Telkomsel dengan tarif yang cukup kompetitif antara 150ribu hingga 180ribu per bulannya tergantung operator yang digunakan. Harga handset blackberry yang dijual di indonsia pun cukup beragam, saat ini handset blackberry dapat dibeli hanya dengan 1.8juta hingga 9jutaan rupiah tergantung dengan jenis handset yang ingin kita gunakan.
Rekomendasi saya: apabila anda sangat suka berhubungan dengan dunia internet maka adalah tepat membeli handset blackberry dan menggunakan servicenya, dengan blackberry kita juga dapat membuka web / chat / email dimana pun dan kapanpun selama kita masih dapat menerima signal operator secara baik. Untuk internet dirumah paling tidak kita mengeluarkan beberapa ratus ribu rupiah untuk akses terbatas, dengan blackberry kita cukup membayar blackberry service 150-180ribu per bulan dan mendapatkan akses internet tanpa batas. Bagi saya harga yang ditawarkan tersebut cukup murah jika kita bandingkan dengan kemudahan dan layanan yang kita dapatkan. Dilain sisi buat mereka yang suka meng-install aplikasi / game di handset mereka maka di blackberry tidak ada banyak pilihan aplikasi. Blackberry bukanlah suatu handset terbaru dan penuh gaya melainkan service yang memudahkan kita untuk berkomunikasi. Jika anda jarang terhubung dengan internet dan lebih memerlukan handset dengan banyak pilihan games ataupun aplikasi maka blackberry bukanlah untuk anda.
-rv-
Persaingan di dunia ?next geneneration console games? semakin seru, tiga perusahaan besar dunia masing-masing menawarkan console yang cukup canggih dan menjadi andalan merebut hati gamers di dunia. Ketiga console games tersebut adalah Xbox 360 dari Microsoft, Wii dari Nintendo dan yang terakhir adalah Playstation 3 dari Sony.
Menurut saya Nintendo Wii memiliki market yang lebih luas karena cocok dimainkan oleh keluarga dan game-game yang di keluarkan oleh Nintendo juga banyak yang bertemakan family games. Salah satu hal yang sangat menarik dari Wii adalah feature controller yang menggunakan motion sensor. Bentuknya pun terbilang unik dan berani karena bentuknya yang sangat berbeda dari console-console pesaingnya. Buat sebagian gamers Nintendo Wii tidak termasuk dalam kategori ?next gen console? karena dukungan grafik yang tidak terlalu special hanya saja controller mereka sangat inovatif.
Kategori ?next gen? saat ini diperebutkan oleh Xbox dan PS3 kerena kedua console tersebut sudah mendukung grafik yang sangat baik. Perbandingan antara Xbox dan PS3 akan dijelaskan berikut ini hanya saya tidak menggunakan data resmi, berdasarkan pengalaman saja karena saya mempunyai kedua console diatas. Selain itu perbandingan juga disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Point terakhir, perbandingan dilakukan dengan kondisi paket standard, PS3 dengan paket 60GB dan Xbox paket Premium.
Bagi saya sendiri graphics kedua console terlihat sangat baik tetapi saya merasa tampilan PS3 terlihat sedikit lebih baik. Saya tidak dapat menjelaskan kenapa karena saya tidak mengerti mengenai grapics. Yang saya lakukan adalah membeli dua game yang sama dan mencobanya di Xbox maupun PS3, karena keterbatasan dana saya hanya mencoba game NBA 2K8 dan berdasarkan analisa saya graphics di PS3 terlihat lebih hidup / real dan lightning juga terlihat lebih baik.
Tehnologi controller juga sudah berkembang dan kedua console sudah menggunakan wireless. Xbox sendiri masih menggunakan wireless RF dan batere AA biasa sedangkan PS3 menggunakan bluetooth technology dan built-in rechargeable battery. Bagi saya bluetooth jauh lebih baik daripada RF tetapi mengenai batere kedua controller mempunyai kelebihan masing-masing. Mengganti batere di Xbox sangat mudah karena menggunakan batere AA meskipun life time daripada batere tersebut cukup pendek. Di PS3 saya sedang berpikir pada saat built-in batere nya rusak mungkin akan sangat sudah menggantinya. Built-in batere PS3 sekali di charge penuh tahan berhari-hari dengan pemakaian normal, life time batere per cycle jauh lebih tinggi.
Masih mengenai controller di PS3 sudah mendukung motion sensor tetapi belum memiliki fitur getar. Xbox sendiri tidak memiliki motion sensor tetapi memiliki fitur getar yang baik. Tombol LT dan RT pada Xbox sudah pressure sensitif yaitu tingkat kepekaan terhadapat sentuhan / pencetan tombol. Contoh kegunaan touch sensitif adalah untuk mengatur aselerasi pada game balap. Di PS3 tombol L2 dan R2 juga sudah touch sensitif tetapi di Xbox fitur tersebut di implementasikan dengan jauh lebih baik.
Untuk game saat ini developer third party memerlukan biaya yang sangat tinggi untuk menghasilkan sebuah game oleh karena itu kebanyakan game yang keluar dipasar adalah game-game multi-platform maksudnya tersedia di beragam console game. Contoh GTA IV keluaran ROCKSTAR tersedia di Xbox maupun di PS3. Tentunya masih ada game-game eksklusif setiap console seperti HALO di Xbox dan Metal Gear Solid 4 di PS3. Sedangkan untuk library game itu sendiri Xbox memiliki library game yang sangat-sangat jauh lebih besar daripada PS3, mungkin karena Xbox sudah release duluan jauh sebelum PS3 ataupun juga karena untuk mendevelop game di PS3 jauh lebih rumit. Berita terakhir saya dapatkan dari membaca di Internet.
NEXT saya akan membahas mengenai console itu sendiri, dukungan fitur online dan final conclusion.
-rv-
Saat ini diluar sana banyak masyarakat berteriak meminta lapangan pekerjaan yang lebih banyak, menurut kalian apakah lapangan pekerjaan kita kurang? Menurut saya sih tidak! Liat aja di koran ada begitu banyak lowongan yang tersedia terutama pada koran Kompas edisi Jumat / Sabtu.
Ditempat saya sendiri bekerja belum lama ini kita membutuhkan beberapa karyawan baru dengan standard kelulusan SMA atau sederajat, ya jumlah nya sih tidak terlalu banyak hanya berkisar 20-30 orang saja. Tetapi untuk memenuhi permintaan karyawan sejumlah itu saja susahnya bukan main. Ini beneran loh, untuk mendapatkan karyawan sebanyak 10 orang saja dibutuhkan 350an orang peserta karena tingkat kegagalan yang tinggi pada saat test masuk.
Apa test nya susah sekali? Wah kalau menurut saya sih sangat gampang, hanya berkisar matematika umum SMP dan SMA. Sudah gitu perusahaan tampat saya bekerja sudah mengurangi jumlah test dari 3x test berbeda menjadi 1x test matematika saja dengan jumlah soal 10 nomor. Setelah belajar mengikuti proses recruitment karyawan saya jadi sadar apa lowongan perkerjaan yang gak ada atau memang kondisi sumber daya manusia kita yang jauh terbelakang?
Saya sendiri jadi terbingung-bingung melihat kondisi seperti ini apa di SMA tidak ada standard yah sehingga sekolah yang satu dengan lain nya tidak setingkat? Karena terus terang peserta test di tempat saya itu sungguh sangat bodoh! (Mohon maaf atas pengunaan bahasa yang kasar). Lebih lucu lagi pada saat kita test pelamar dari penduduk setempat, dari 30 orang nilai paling tinggi hanya 3 dan lebih dari 15 orang bernilai 0 atau 1. Hahahaha benar-benar tidak masuk diakal. Lain hal nya jika yang kita test adalah pelamar dari daerah Jawa Tengah dan sekitarnya karena persentase kelulusan test (test perusahaan kita) mereka lebih tinggi. Mungkin menurut saya ada kecenderungan lebih pintar dari mayoritas pelamar daerah Jakarta ataupun juga karena mereka lebih memiliki semangat juang karena telah berani merantau ke Jakarta.
Berdasarkan pemikiran sekilas, saya rasa pemerintah sedah seharusnya mempersulit tingkat kelulusan di SMA. Paling tidak agar standar kelulusan di tingkatkan sehingga sumber daya manusia kita memiliki pemikiran dan masa depan bukannya hanya menjual tenaga saja. Sungguh SDM kita saya rasa jauh tertinggal, menciptakan lapangan perkerjaan saja tidak cukup jika tidak didukung dengan SDM yang lebih maju. Indonesia ingin bergerak sebagai negara industri, lah wong mau recruit karyawan aja susah nya minta ampun apalagi mau menciptakan sesuatu penemuan ataupun perkembangan.
Memang penulisan ini hanya didasarkan pada pemikiran sederhana tanpa research yang mendalam dan memang gue sendiri tau orang Indonesia juga banyak yang cukup pintar toh setiap tahun kita bisa merajai Olimpiade Fisika dan lain-lain hanya saja mayoritas masyarat kita menurut saya masih jauh tertinggal. Jadi ini hanya asumsi umum saja berdasarkan pengalaman.
Tujuan dari penulisan ini adalah agar pembaca dapat terbuka pemikirannya karena sering orang ingin mencari kerja berkeluh kesah tidak bisa karena perlu uang sogok ataupun perlu koneksi. Disisi lain pernakah kita cek diri kita sendiri? Apakah kita sudah cukup pandai dan berilmu untuk mengikuti test? Meskipun kita bisa masuk karena nyogok terus terang dengan kebodohan itu akan membuat diri kita malu sendiri.
Selain itu saya harap pemerintah dapat memajukan tingkat pendidikan negara ini, dengan demikian masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka sendiri karena mereka punya modal pemikiran dan kemampuan untuk bekerja.
-rv-
INTRO / BACKGROUND
Saat ini mungkin kita sudah hidup di jaman multimedia meskipun di Indonesia sendiri banyak ketinggalan dengan negara lain tapi buat saya sendiri cukup asik untuk mengikuti perkembangan tehnologi. Salah satu yang paling sering di tanyakan di forum / komunitas adalah perbandingan tentang layanan TV berlangganan.
Kenapa sih musti pakai layanan TV berlangganan kalau channel TV lokal saja sudah banyak? Menurut saya sih karena dengan menggunakan antena TV yang biasa siaran lokal pun tetap terlihat jelek karena daya tangkap signal TV yang kurang baik ataupun memang karena penempatan antena itu sendiri. Dengan menggunakan TV berlangganan siaran lokal akan ditampilkan dengan jauh lebih jernih kemudian terdapat begitu banyak channel yang tersedia sesuai dengan paket yang kita ambil.
Saat ini yang saya tau ada tiga layanan TV berlangganan yang dapat kita pilih: Astro, Indovision dan Kabel Vision. Khusus yang terakhir belum tentu tersedia di semua wilayah karena menggunakan jaringan kabel sedangkan untuk Astro dan Indovision mengandalkan tangkapan satelit. Dengan tersedianya ketiga layanan tersebut pasti kita akan bingung mau memilih layanan yang bagaimana, saya harap dengan adanya tulisan ini mungkin pembaca bisa lebih mudah memilih.
CHANNEL / PAKET
Menurut saya paket dasar yang disediakan tidaklah jauh berbeda, mungkin yang banyak dibicarakan orang adalah channel NHK yang ada di Astro dalam paket standar sedangkan di Indovision dan Kabel Vision harus mengambil paket extra. Terus terang saya sendiri tidak pernah menonton NHK dan menurut saya paket dasar Indovision dan Kabel Vision dapatnya lebih banyak dan lengkap. Yang terutama adalah ketersediaan channel lokal yang lengkap di Indovision dan Kabel Vision sedangkan di Astro ada beberapa channel lokal yang tidak tersedia.
Salah satu alasan mengapa banyak yang memilih Astro adalah faktor ketersediaan English Premier League yang hanya tersedia di Astro setelah Astro membeli seluruh hak siaran EPL di Indonesia. Buat yang tidak terlalu menyukai EPL saya rasa pilihan lebih ke arah Indovision karena channel yang lebih lengkap selain itu pada saat ada siaran langsung di TV lokal seperti contoh badminton, di Indovision tidak di blok sedangkan di Astro siaran di ganti. Saya kurang begitu memperhatikan di Kabel Vision tetapi setau saya siaran langsung sepak bola tidak tersedia di Kabel Vision.
Untuk paket tambahan menurut saya sih sama saja mau pilih yang mana karena sekali lagi pilihan tidak banyak berbeda. Ada paket movie, sport dan lain-lain.
PICTURES QUALITY
Saya rasa untuk kualitas gambar ketiganya memiliki kualitas yang setara. Memang sih agak susah membedakannya karena saya bukan orang yang hobby nonton sehingga menurut saya kualitas gambar tidak jauh berbeda. Tetapi kalau sedikit diperhatikan saya lebih menyukai kualitas gambar dari Kabel Vision dan Indovision karena di Astro saya merasa gambar agak sedikit berbayang. Ya terus terang susah sih saya membedakannya karena Astro saya dipasangkan dengan LCD TV 40?, Indovision di LCD TV 32? sedangkan Kabel Vision di TV biasa (di rumah orang tua).
To be honest untuk pictures quality saya tidak memiliki preference sendiri, ketiganya sama baiknya dan tetap asik di tonton. Sedikit perbedaan mungkin dikarenakan oleh penggunaan TV yang berlainan jenis itu sendiri.
SIGNAL
Nah ini dia nih yang menurut saya bakalan jadi masalah suatu saat nanti anda berlangganan hahaha kenapa? Karena baik Indovision maupun Astro menggunakan signal satelit yang sangat terpengaruh pada cuaca. Mungkin hanya Kabel Vision saja yang tidak terpengaruh oleh cuaca karena menggunakan kabel. Nah yang paling sensitif adalah Astro, hujan sedikit ataupun berangin sedikit pasti siaran akan hilang nge-blank. Indovision sih tidak seburuk Astro, kondisi hujan masih dapat menampilkan acaranya meskipun gambar sedikit terputus-putus. Nah kalo Kabel Vision is the best in this area, mau hujan atau berangin kek kondisi tetap aman sentosa hahaha kecuali tiang tempat central kabel nya ambruk. Sangat disayangkan yah Astro dan Indovision sangat terpengaruh oleh cuaca padahalkan menurut gue TV berlangganan kan teman kita pada saat cuara buruk. Pas lagi ujan kita bisa nonton eh ini malah pas ujan pas TV nge-blank hehehe.
CUSTOMER SERVICE
Customer Service juga tidak kalah pentinganya dengan kualitas gambar maupun paket-paket yang tersedia karena customer service yang baik akan sangat membantu kita dalam menyelesaikan masalah yang terdapat dalam layanan TV berlangganan tersebut.
Saya sendiri sering marah-marah pada semua customer service yang saya gunakan pelayanan nya dan Indovision dan Kabel Vision memiliki customer service yang cukup baik, tanggap dan cepat memberikan solusi. Mayoritas customer service kan cuman bisa bilang ?nanti kami sampaikan ke bagian technical support? dan tidak terkecuali Astro. Ya sebenarnya bukan karena pas ada masalah sih tetapi pas saya mau daftar Astro.
Ceritanya begini nih: Saat saya memutuskan untuk memasang Astro saya mencoba menghubungi customer service nya untuk menanyakan counter pendaftaran terdekat tetapi mereka menyarankan untuk mendaftarkan nya langsung melalui mereka. Semua prosedur dan data sudah saya submit dan setelah dua bulan saya follow up tidak ada kemajuan apapun, selalu ada saja alasan mereka. Terus terang alasan-alasan yang mereka sampaikan itu sangat tidak profesional dan bodoh sekali. Saat itu juga gue memutuskan tidak ingin melanjutkan pemasangan Astro. Beberapa minggu kemudian pada waktu saya sedang berjalan-jalan di Electronic City saya iseng menemui marketing counter merek dan setelah di cek ternyata data saya tidak terdaftar dalam proses pendaftaran hahahahaha parah abisss!!! Super duper gila!!! Akhirnya saya mendaftar ulang di counter tersebut dan keesokan harinya Astro saya sudah terpasang.
LAIN-LAIN
Remote nya Indovion adalah yang terbaik dibandingkan yang lain, response dari dekoder nya juga yang paling cepat dengan info yang mudah untuk di akses. Astro sebenarnya tidak kalah lengkap infonya cuman response time nya sangat lambat sekali, Kabel Vision punya dekoder adalah yang terburuk hehehe. Untuk urutan channel Astro memiliki format yang sangat menarik menurut saya, sangat teratur dan rapi. Channel-channel di Astro dikelompokan sesuai dengan kategory yang tersedia. Urutan channel di Kabel Vision dan Indovision tidak sebaik di Astro tetapi tidak berantakan juga, secara garis besar cukup baik.
Pada layanan Kabel Vision kita bisa mengambil paket internet mulai dari harga terjangkau sampai dengan high speed dengan biaya yang lebih tinggi. Ini adalah salah satu benefit menggunakan Kabel Vision apalagi jika kita adalah user internet juga.
CONCLUSION
Akhirnya keputusan akhir tergantung anda, perlu diingat data / info diatas belum tentu akurat dan harap disesuaikan dengan keadaan masing-masing. Sedikit pendapat jika anda menyukai EPL ya tidak ada pilihan lain selain Astro tetapi jika anda hanya mau paket dasar ada baiknya menggunakan Kabel Vision karena siaran tidak terpengaruh oleh cuaca dan juga kita dapat mengambil paket Internet dengan biaya cukup murah. Layanan terakhir ini tidak tersedia baik di Astro maupun di Indovision.
Lain hal nya jika Kabel Vision tidak terdapat di daerah anda, Indovision mungkin dapat menjadi alternatif karena mereka memilki cakupan yang cukup luas dan memiliki channel yang lengkap.
-rv-