Saat ini diluar sana banyak masyarakat berteriak meminta lapangan pekerjaan yang lebih banyak, menurut kalian apakah lapangan pekerjaan kita kurang? Menurut saya sih tidak! Liat aja di koran ada begitu banyak lowongan yang tersedia terutama pada koran Kompas edisi Jumat / Sabtu.

Ditempat saya sendiri bekerja belum lama ini kita membutuhkan beberapa karyawan baru dengan standard kelulusan SMA atau sederajat, ya jumlah nya sih tidak terlalu banyak hanya berkisar 20-30 orang saja. Tetapi untuk memenuhi permintaan karyawan sejumlah itu saja susahnya bukan main. Ini beneran loh, untuk mendapatkan karyawan sebanyak 10 orang saja dibutuhkan 350an orang peserta karena tingkat kegagalan yang tinggi pada saat test masuk.

Apa test nya susah sekali? Wah kalau menurut saya sih sangat gampang, hanya berkisar matematika umum SMP dan SMA. Sudah gitu perusahaan tampat saya bekerja sudah mengurangi jumlah test dari 3x test berbeda menjadi 1x test matematika saja dengan jumlah soal 10 nomor. Setelah belajar mengikuti proses recruitment karyawan saya jadi sadar apa lowongan perkerjaan yang gak ada atau memang kondisi sumber daya manusia kita yang jauh terbelakang?

Saya sendiri jadi terbingung-bingung melihat kondisi seperti ini apa di SMA tidak ada standard yah sehingga sekolah yang satu dengan lain nya tidak setingkat? Karena terus terang peserta test di tempat saya itu sungguh sangat bodoh! (Mohon maaf atas pengunaan bahasa yang kasar). Lebih lucu lagi pada saat kita test pelamar dari penduduk setempat, dari 30 orang nilai paling tinggi hanya 3 dan lebih dari 15 orang bernilai 0 atau 1. Hahahaha benar-benar tidak masuk diakal. Lain hal nya jika yang kita test adalah pelamar dari daerah Jawa Tengah dan sekitarnya karena persentase kelulusan test (test perusahaan kita) mereka lebih tinggi. Mungkin menurut saya ada kecenderungan lebih pintar dari mayoritas pelamar daerah Jakarta ataupun juga karena mereka lebih memiliki semangat juang karena telah berani merantau ke Jakarta.

Berdasarkan pemikiran sekilas, saya rasa pemerintah sedah seharusnya mempersulit tingkat kelulusan di SMA. Paling tidak agar standar kelulusan di tingkatkan sehingga sumber daya manusia kita memiliki pemikiran dan masa depan bukannya hanya menjual tenaga saja. Sungguh SDM kita saya rasa jauh tertinggal, menciptakan lapangan perkerjaan saja tidak cukup jika tidak didukung dengan SDM yang lebih maju. Indonesia ingin bergerak sebagai negara industri, lah wong mau recruit karyawan aja susah nya minta ampun apalagi mau menciptakan sesuatu penemuan ataupun perkembangan.

Memang penulisan ini hanya didasarkan pada pemikiran sederhana tanpa research yang mendalam dan memang gue sendiri tau orang Indonesia juga banyak yang cukup pintar toh setiap tahun kita bisa merajai Olimpiade Fisika dan lain-lain hanya saja mayoritas masyarat kita menurut saya masih jauh tertinggal. Jadi ini hanya asumsi umum saja berdasarkan pengalaman.

Tujuan dari penulisan ini adalah agar pembaca dapat terbuka pemikirannya karena sering orang ingin mencari kerja berkeluh kesah tidak bisa karena perlu uang sogok ataupun perlu koneksi. Disisi lain pernakah kita cek diri kita sendiri? Apakah kita sudah cukup pandai dan berilmu untuk mengikuti test? Meskipun kita bisa masuk karena nyogok terus terang dengan kebodohan itu akan membuat diri kita malu sendiri.

Selain itu saya harap pemerintah dapat memajukan tingkat pendidikan negara ini, dengan demikian masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka sendiri karena mereka punya modal pemikiran dan kemampuan untuk bekerja.

-rv-


Leave a Comment


You must log in to post a comment.